Search This Blog

Pages - Menu

Sunday, 28 September 2014

Menikmati Sunrise di Tanjung Pilawang

"Saat sedang menanti detik-detik datangnya sunrise, kadang aku merasa seperti sedang menanti sesuatu yang baru. Sesuatu yang menyiratkan harapan-harapan. Bahkan tidak jarang pula mata memandang sedikit hampa menemani pikiran yang sekedar flashback peristiwa indah dari masa lalu. Senyum ikut terukir dihiasi hembusan nafas yang menyatu dengan harmoni dinginnya pagi yang tenang, mengiringi sang surya yang mulai bangun dan menampakkan cahaya hangatnya di ufuk timur. Diripun larut dalam indahnya pesona pagi ciptaan Illahi Robbi." - thox

Upss, jadi sok pujangga nih. haha... Yang mau muntah, silahkan cepet-cepet, sebelum aku mulai bercerita. Udah ya? Baiklah.. :D 

 

Oke sob, kali ini aku akan share salah satu tempat menarik di seputaran Tobelo untuk menikmati sunrise atau matahari terbit.

Sunrise di Tanjung Pilawang, Tobelo
Tanjung pilawang terletak tidak jauh dari pusat kota Tobelo. Dengan menumpang bentor hanya dengan Rp. 5000, sobat sudah bisa mencapai tempat ini. Untuk menikmati suasana pagi sambil berolahraga dan hunting sunrise di pantai yang sunyi ini, bersepeda akan terasa lebih fun. Tempat ini adalah salah satu tempat favouritku menikmati sore.
Sunrise di Tanung Pilawang, Tobelo

Pemandangan laut dengan gugusan pulau-pulau eksotis di seputaran Halmahera Utara membuat susasana pagi terasa lebih indah. Setidaknya sudah dua kali aku hunting sunrise di sini. Pertama kali di pertengahan tahun 2013 lalu dengan bang Benny, dan yang kedua pada akhir tahun masih di tahun yang sama dengan Dzikri.
Sunrise di Tanjung Pilawang, Tobelo

Akses jalan yang cukup bagus ke area pantai membuat perjalanan ke tanjung yang biasanya ramai di sore hari ini terasa begitu mudah diakses. Setelah sampai di sini, silahkan menyusuri pinggiran pantai untuk mencari spot yang menurut sobat bagus. Jangan terpaku dengan satu atau dua sudut pandang saja. Cobalah eksplore sisi pantai yang lain. Apabila waktu dirasa kurang cukup, bisa mencoba di hari yang lain.
Sunrise di Tanjung Pilawang, Tobelo

Oh, iya. Jam 06.00 pagi di Tobelo masih gelap lho. Jadi tidak perlu terlalu pagi jika mau hunting sunrise di seputaran kota ini. Sobat mungkin bisa memperkirakan dengan melihat langit, jangan sampai terlalu kepagian, atau bahkan kesiangan. Hehe…
*****

Wednesday, 27 August 2014

Bagaimana Transportasi Menuju Tobelo?

Transportasi menuju Tobelo saat ini tidaklah sulit. Setidaknya sobat bisa memilih beberapa alternatif yang akan aku jabarkan di sini. Adapun sumbernya adalah sebagian besar pengalaman pribadi, kemudian ditambah beberapa info hasil investigasi ke beberapa orang. Hehe... lets cekibrottt... :) (updated 01/01/2014)
Via Manado
Ada dua pilihan apabila sobat mau ke Tobelo via Manado.

Jalur udara: Setidaknya ada dua bandara komersil di Halmahera Utara. 
  1. Bandara Kuabang di Kao. Sampai dengan postingan ini diupdate, hanya Wings saja yang melayani rute Manado-Tobelo (45 menit), dengan jadwal pagi setiap hari. (silahkan cek websitnya). Sebelumnya cuman 3 kali seminggu. Iyeesssss....!!!! bisa sering pulang kampung  nih aku... (siap2 kantong kering. haha....). Dari bandara Kao ke Tobelo menggunakan mobil travel yang sudah siap di depan bandara, dengan tarif Rp. 80.000 dan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Di kawasan runway di bandara ini ada beberapa bunker dan meriam peninggalan Jepang di masa perang dulu lho. Meski di area runway, tapi pengunjung bisa melihat-lihat. Sudah disediakan kawasan khusus lho buat yang penasaran. hehe...
  2. Bandara Gamar Malamo di Galela. Katanya mau dibuka penerbangan Wings siang atau sore Manado-Galela (45 menit). Berdasarkan info dari teman di bandara, jadwal sudah ada (di web sudah muncul nama rutenya), penerbangan beberapa kali saja dalam seminggu. Katanya lagi, untuk rute sudah pasti, namun masih menunggu ijin dari pemda setempat. Semoga saja cepat beroperasi, karena rute ini menurutku bakal menjadi rute favourite. Kenapa? selain menjadi alternatif pilihan penerbangan siang/sore hari, juga jarak Galela - Tobelo yang hanya 30 menit menggunakan mobil travel dengan ongkos Rp 50.000 saja. Oh, ya. Sebelumnya Express air melayani rute Manado-Galela. Tapi tiba-tiba sudah tidak beroperasi lagi. Entahlah. Padahal harganya lebih mahal. hehe.... Update: Sudah ada penerbangan siang 2 kali seminggu Manado - Galela (Wings Air), Selasa dan Sabtu.
Jalur laut: dengan kapal Elizabeth, sampai dengan tulisan ini diupdate (26/09/14) kapal ini lagi naik dock. Kemarin di koran sih katanya udah selesai dan siap beroperasi kembali setelah naik dock sekitar 6 bulan. Dari manado setiap hari Senin, tiba di Tobelo hari Selasa. Lama perjalanan sekitar 20 jam.
Kapal laut tersebut nanti turunnya di Pelabuhan Tobelo. Letak pelabuhan di dalam kota, jadi akan mudah mencari penginapan. Bisa tanya-tanya di masyarakat sekitar atau naik bentor. Ah, deket kog, nggak usah bentor. Di sebelah pelabuhan juga ada penginapan yang murah meriah. Salah satunya kalau pas keluar dari pelabuhan, langsung jalan belok kanan. Nah di lorong itu. Kemaren pernah nemenin orang yang kemaleman nyari penginapan dekat situ. Tapi aku nggak tahu sih keadaan kamarnya gimana. Katanya sih kamar mandi dalem. Harga yang tertera cukup murah. Lebih murah dari penginapan di dalam pusat kota. Mau ke Kakara, Kumo atau Tagalaya, tinggal ke pelabuhan rakyat yang dekat di sebelahnya. 
Via Ternate
Ada banyak pilihan transportasi dari Ternate ke Tobelo
  • Naik Speedboat dari Ternate ke Sofifi (P. Halmahera) Rp. 50.000 dengan lama perjalanan sekitar 45 menit, atau naik Feri (Rp. 19.000) ke Sofifi atau Sidangolie dengan lama perjalanan 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan dengan travel mobil Rp. 100.000 dengan waktu tempuh 3-4 jam. Update: seiring dengan kenaikan bbm, biayanya jadi Rp. 130.000. Kalau melalui Sidangolie katanya lebih cepat, tapi aku belum pernah coba sih. Untuk carter satu mobil, rata-rata para supir mematok harga mulai 400.000,-. Pintar-pintarlah menawar. Jangan terpengaruh dengan alasan para supir begini, begitu. Itu hal biasa dalam tawar menawar. Kalau harga kurang sreg, masih banyak pilihan yang lain. Kalau lagi sepi penumpang, bisa menawar murah. Tapi kalau lagi ramai, akan lebih mahal.
  • Naik pesawat juga bisa. Menggunakan Susi Air setiap selasa dengan waktu 30 menit dengan harga yang disubsidi pemerintah. Nanti turunnya di bandara Galela. Kalau dihitung-hitung, biaya naik pesawat dengan transportasi laut + darat seperti poin pertama di atas, yah beda2 tipis lah. Dengan pesawat, bisa menghemat banyak waktu.
Penginapan
Kalau sudah sampai di Tobelo, mau tidur di mana? Gampang sob. Untuk mencari penginapan di seputaran Tobelo sangat mudah. Tinggal tanya-tanya ke orang, tukang ojek, bentor atau supir angkot. Nggak usah takut ditipu. Belum pernah aku dengar ada yang suka tipu-tipu dengan pendatang yang nanya-nanya alamat. Apalagi yang sampe bius2an segala. hehehe... Aman kog sob. Atau mau cari sendiri? silahkan jalan-jalan di pusat kota. Perhatikan papan nama penginapan. Beberapa penginapan yang letaknya di pusat kota dengan fasilitas standard (melati) dengan AC rate di bawah 300rb (harga bisa berubah sesuai kondisi ekonomoi) di antaranya: Hotel Regina, Penginapan Gloria (Sangkanaung), Juliana, Hotel Alfa Mas, dll. Kalau mau cari yang lebih murah lagi banyak. Yah, ada harga ada kualitas dan fasilitas lah. Tergantung sobat mau pilih yang mana. Salah satu yang termurah ada di dekat pelabuhan. Tepatnya belok kiri di depan gerbang pelabuhan. Masuk kira-kira 50 meter, sebelah kanan sebelum jalan masuk dermaga speedboat/katinting. Perhatikan saja tandanya.
Untuk transportasi, di dalam kota menggunakan bentor dengan ongkos Rp. 5000. Semakin jauh, biasanya tukang bentornya minta lebih.

***
Tips tambahan:
  • Kecuali di supermarket, di sini pada umumnya orang tidak menerima menyukai uang koin. Meski disandingkan antara uang Rp. 1000 kertas dan koin, maka yang dianggap duit itu yaa uang kertas. Aneh ya. Hehe...
  • Seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. So, jangan takut atau malu bertanya di sini. :D
 *****

Tuesday, 26 August 2014

Reformasi Blog

Setelah berpikir, mempertimbangkan, mengingat, dan lain sebagainya, akhirnya aku memutuskan untuk mengubah nama blogku ini dari yang semula a*****.blogspot.com menjadi pambapontar.blogspot.com

Latar belakang
Well, pas baca lagi, isi blog ini sudah nggak karuan. Mungkin sama kali yaa kayak orangnya. Haha... disamping memperihatinkan karena telah diabaikan oleh pemiliknya, yaitu aku. haha... beberapa postingan yang mungkin nggak begitu penting telah aku singkirkan. kenapa? Yaa, karena memang nggak penting sih buat kepentingan umum. Haha...

Daripada kasihan blog ini terlantar dan usang dimakan zaman, hatiku tergerak untuk mengurusnya lagi. ceileh... haha...

Pambapontar? 
Yoa sob...
Pambapontar berasal dari bahasa sehari-hari orang Sulawesi Utara khususnya Minahasa, kampung halamanku. Pontar artinya jalan-jalan atau keluyuran. Ba artinya melakukan, sedangkan awalan Pam artinya orang yang... Jadi pambapontar bisa diartikan orang yg suka jalan-jalan atau keluyuran. Atau bisa juga diartikan orang yang suka travelling lah. Maksa yaa artinya? Biarin. Hehehe...

Dengan pergantian nama blog ini, semoga bisa lebih memotivasi diriku yang sering dirundung penyakit malas nulis. Emang ada gitu hubungannya nama blog dengan faktor kemalasan? hehe.. Menurutku sih ada. Yah, semoga saja. hehe....

Beberapa postingan lama mungkin akan aku update, terutama foto-fotonya. Jadi mungkin akan ada foto-foto baru yang aku rasa penting untuk ditambahkan di postingan lama agar lebih informatif (duh.. bahasanya itu.. :P). Kelihatan kog dari tahunnya. Misal postingan di tahun 2013 tapi ada foto di watermark-nya tertulis 2014

Nah, itu dia sekilas buat kalian yang penasaran. *ditimpuk*

Sunday, 25 May 2014

Menelusuri Indahnya Pesona Pulau Bobale


(Pulau Bobale, Halmahera Utara, 11 April 2014 
Sudah lama aku ingin ke Pulau Bobale ini. Dan pada 11 April lalu, akhirnya kesampaian juga. Kali ini aku bersama tiga orang teman, Jihad, Ichad dan Amin. Dengan peralatan snorkeling yang lengkap, aku pun siap memulai perjalanan.

Pulau Bobale: (kiri-kanan) Jihad, Ichad, Amin, Thox

Pulau  Bobale adalah sebuah pulau berpenghuni yang terletak di perairan Halmahera Utara. Selain pesona alam yang indah, perkampungan yang asri, batu karang, pasir putih yang halus dan laut yang jernih dengan gradasi warna yang indah, Pulau Bobale dikenal juga sebagai salah satu pulau penghasil mutiara secara tradisional di Kabupaten Halmahera Utara. Di pulau ini masih terdapat sisa peninggalan Perang Dunia II berupa bunker Jepang.

Otw Pelabuhan Daru

Untuk menuju ke pulau Bobale, dari Tobelo terlebih dahulu kami menuju ke pelabuhan Daru. Perjalanan darat dengan mobil memakan waktu sekitar satu jam lebih sedikit. Ada dua alternatif transportasi darat, yaitu angkutan umum Rp. 20.000,- per orang sekali jalan, atau mobil avanza pelat kuning Rp. 25.000. Sebaiknya jika anda mau mencari angkutan, cari saja di terminal Wosia, Tobelo. Karena kalau mobil di pinggir jalan, baik itu angkutan umum atau avanza pelat kuning, mereka biasanya memasang tarif yang sedikit lebih tinggi.

Dari pelabuhan Daru, kemudian menyeberang dengan menyewa perahu jenis “body”, demikian masyarakat setempat biasa menyebutnya, dengan ongkos Rp. 100.000 pulang pergi. Sebenarnya bisa juga menggunakan perahu regular dengan tarif lebih murah. Namun dengan alasan efisiensi, kami memilih untuk mencarter saja. Lagipula harganya sudah cukup murah untuk berempat.
Pantai di Pelabuhan Daru

Pemandangan di pelabuhan Daru cukup bagus. Garis pantai yang panjang, hamparan pasir yang landai dan pohon kelapa di pinggiran melengkapi keindahan pantai ini, seolah telah siap menyambut siapa saja yang ingin menyeberang. Pulau Bobale pun terlihat dekat dari sini.

Ini yang namanya perahu "body" sob. Yuk mari naik...
Bareng penumpang yg adalah penduduk lokal
Pulau Bobale sudah kelihatan. Pengen ke ujung yang putih itu tuh..
Yang ngurusin mesin. Semangat pak.. hehe... :D
Cuaca hari ini cerah sedikit berawan, meski lautnya lumayan berombak. Sedikit goncangan di atas perahu seolah sudah biasa. Dan setelah sekitar 15 menit perjalanan, sampailah kami di Pulau Bobale. Kesan pertama? Bersih. Kami turun di sisi barat pulau yang sebagian besar adalah batu karang. Sebenarnya bisa juga turun langsung di area wisatanya. Namun saat itu lagi berombak, sehingga agak sulit menepi di situ. Air kebetulan lagi surut, batu-batu karangpun kelihatan muncul di permukaan. Adalah suatu kombinasi yang bagus dengan alam di sekitarnya.
Menyusuri batu karang di Pulau Bobale
Menyusuri batu karang di Pulau Bobale
Semakin mendekati area wisata pasir putih di Pulau Bobale

Kami kemudian menyusuri pinggiran pantai batu karang itu untuk menuju ke sisi pulau yang merupakan tempat wisatanya. Selama menyusuri pinggiran pulau ini, kami disuguhkan oleh pemandangan yang indah. Setelah melalui bebatuan karang, kami akhirnya sampai di area pasir putih. Pasirnya putihnya halus dan bersih. Seperti layaknya pulau-pulau di daerah Halmahera, di sini juga tersedia sebuah dermaga kayu yang masih bagus. Meskipun fasilitasnya berupa pondok dan toilet sudah kelihatan tidak terurus (rusak), namun pantainya bersih, asri dan pemandangannya sangat indah. Begini aja udah bagus pemandangannya, bagaimana kalau fasilitasnya udah dirawat dengan baik yaaa?

Dermaga kayu di Pulau Bobale ini udah kelihatan dari sini.
Dermaga kayu di Pulau Bobale
Dermaga kayu di Pulau Bobale

Sayangnya laut saat itu cukup berombak, sehingga aku hanya bisa snorkeling di area yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai. Padahal katanya di pulau ini juga terdapat terumbu karang dengan biota laut beragam yang menjadi salah satu tujuan para penyelam. Karangnya hanya beberapa yg aku temukan, lebih  banyak tumbuhan laut. Sepertinya sisi pantai ini memang cocok untuk berenang dan loncat-loncatan dari dermaga. Hehe… 

Pulau Bobale: Si Amin lagi motret si Ichad
Pulau Bobale: Thanks God I'm Here..... :D

Karena masih penasaran, saya lanjutkan snorkeling ke bagian lain pantai. Saat mencoba menyelam mendekat di area sebuah bongkahan koral, tiba-tiba… aaaaaaaaaaakkkkk…. Ada sesuatu yang menyengat di mulutku. Seperti sengatan listrik sekejap namun meninggalkan rasa kayak ada jarum-jarum yang bersemayam di bawah kulit muka. Mungkin tadi itu sejenis ubur-ubur atau apa gitu. Yang pasti rasanya cukup perih, dan bibir terasa dower werkewer suwer… eh, kebalik ya. Ughhh…. Langsung cepat-cepat aku berenang keluar dari perairan, menuju pondok yang terletak di pinggir pantai.

Menuju perkampungan Desa Bobale lewat gapura ini.
Desa Bobale (Pulau Bobale) Halmahera Utara
Desa Bobale (Pulau Bobale) Halmahera Utara
Pulau Bobale: ada fasilitas ini lho... :

Hujan tiba-tiba turun. Kamipun sudah siap-siap untuk kembali ke Tobelo. Setelah hujan reda, kami menuju ke sisi pantai di mana tadi perahu kami diparkir. Kali ini kami memilih jalan yang lain, yaitu menyusuri perkampungan di dalam pulau Bobale. Suasana kampung Bobale tenang, bersahabat, dan banyak anak-anak yang bermain. Jalanannya masih tanah.
Desa Bobale (Pulau Bobale) Halmahera Utara

Pulau Bobale: Main layangan. Ikut donk... hehe

Saat perjalanan pulang, kami ditemani oleh salah seorang bapak penduduk asli pulau Bobale. Ia menawarkan beberapa butir mutiara air laut yang diambilnya sendiri dari dalam laut di sekitar pulau bobale. Bapak itu bercerita bahwa mutiara itu diambil di kedalaman kurang lebih 30 meter di bawah laut, dengan menggunakan peralatan sederhana. Untuk bernafas, ia menggunakan selang yang panjang. Wew…

Karena mutiara ini asli mutiara air laut, ya sudah. Langsung saja si Ichad menyambarnya dengan harga Rp. 350 ribu untuk tiga butir. hehe...

Pulau Bobale: Mau balik ke Daru. "body"-nya yang mana ya?

Pulau Bobale: Nah itu dia "body" kita... hehehe...

Jangan liat perutnya yaaa... liat mutiaranya. haha...

Oh, ya. Penduduk dan nelayan di daerah ini ramah. Salah seorang temanku pernah bercerita, bahwa beberapa waktu yang lalu mereka ke sini menumpang perahu nelayan. Setelah bermain di pantai, mereka menumpang mandi di rumah nelayan tersebut. Bahkan dikasih minum teh juga. Meskipun sederhana, tapi mereka sangat welcome dengan pendatang.

Pulau Bobale - Halmahera Utara: Akan merindukan suasana ini.... :)

Oh, iya. Hampir lupa. Saking antusiasnya aku bercerita sambil ngebayangin Pulau Bobale yang indah banget ini, hampir lupa membahas tentang makanan ya? hehe.. Baiklah. Akan sulit mencari rumah makan di Pulau berpasir putih yang sangat halus ini. Untuk itu sobat bisa membawa bekal dari rumah. Apa? nggak sempat? oke, jangan khawatir. Di pelabuhan Daru tersedia warung-warung makan. Salah satunya warung ini. Harganya relatif terjangkau. Standar harga Tobelo lah...

Salah satu rumah makan di Daru. Warung Jawa lho...
Silahkan duduk. hehe...
Warung Jawa tapi menu-nya umum yaa.. hehe...
Itulah cerita singkat perjalananku di Pulau Bobale, Halmaher Utara, Maluku Utara. Semoga saja tidak ngiler yaa.. hehe.. Apa? ngiler? makanya ke sini.. hehe... :D
Perjalanan kembali ke Tobelo Kab. Halmahera Utara

 *****